Last update April 2022. (ID) Kalian dapat menemukan produk-produk Widy ICT Multimedia GS di Tokopedia dan Shopee. Enjoy faster loading image (2160p resolution, 60% quality, and 5 times scan progressive). Open image in new tab to zoom. Desktop beta test ongoing. Mobile beta test ongoing. Comment section beta test ongoing. Import post from old website ongoing. (ID) Dikarenakan kesibukan penulis dalam bekerja maka post terbaru hanya menampilkan gambar saja, kedepannya satu-persatu akan dilengkapi dengan tulisan.

Widy ICT Multimedia GS

Widy ICT Multimedia GS

Last update April 2022. (ID) Kalian dapat menemukan produk-produk Widy ICT Multimedia GS di Tokopedia dan Shopee. Enjoy faster loading image (2160p resolution, 60% quality, and 5 times scan progressive). Open image in new tab to zoom. Desktop beta test ongoing. Mobile beta test ongoing. Comment section beta test ongoing. Import post from old website ongoing. (ID) Dikarenakan kesibukan penulis dalam bekerja maka post terbaru hanya menampilkan gambar saja, kedepannya satu-persatu akan dilengkapi dengan tulisan.
14:46 GMT+0700 | 7 July 2022

Fsp Line Interactive UPS FP 600

by | Jun 9, 2021 | Electronic, Indonesian, Static

POST MIGRASI DARI WEBSITE LAMA, MASIH DALAM PROSES PENULISAN ULANG / BELUM DAPAT MENGEMBALIKAN FOTO DAN DEKSRIPSINYA DIKARENAKAN PERBEDAAN CARA PENYIMPANAN MEDIA FILE PADA WEBSITE BARU.

UPS? mungkin tidak semua tahu, dan tidak semua orang mementingkan barang ini, bahkan lucunya beberapa orang dulu lebih memilih membeli stabillizer dibandingkan produk ups atau bahkan menggukanan secara bersamaan dengan stabilizer hehe tidak salah kok terkadang ada beberapa kebutuhan yang lebih memprioritaskan stabilizer dari pada ups.

UPS adalah singkatan uninterruptible power supply (bukan United Parcel Service yah hehe), sebagai perangkat tambahan terkadang orang tidak memprioritaskannya. Ups sendiri terkadang hanya sebagai backup power saja pada ups tipe offline, tetapi pada tipe line interactive minimal dalam fungsinya terdapat voltase stabilizer juga tapi sebenarnya tipe offline pun dapat menstabilkan voltase input juga kalian bingung? oke kita jelaskan.

Ups banyak topologinya tetapi umumnya pada zaman sekarang yang masih banyak dijual adalah tipe offline, line interactive, dan online. Fungsinya banyak loh tidak hanya bekerja saat listrik utama padam saja, ups bertindak sebagai penyelamat perangkat kalian dari semua gangguan listrik.

Gangguan listrik ada banyak sekali seperti:

  • Power interruptions
  • Voltage sags and swells
  • Voltage transients
  • Sustained over- and under-voltages
  • Voltage waveform distortion
  • Voltage fluctuations
  • Frequency variations

Pada tipe offline ups hanya dapat melindungi Power interruptions saja tanpa mencuri daya dari baterai, sedangkan gangguan lainnya akan diteruskan atau mencuri daya baterai (untuk merk bagus dan biasanya mahal silahkan lihat fitur ups incaran kalian masing-masing).

Pada tipe Line interactive ups hanya dapat melindungi Power interruptions, Voltage sags and swells, Voltage transients, Sustained over- and under-voltages saja tanpa mencuri daya dari baterai, sedangkan gangguan lainnya akan diteruskan atau mencuri daya baterai (untuk merk bagus dan biasanya mahal silahkan lihat fitur ups incaran kalian masing-masing).

Pada tipe online ups akan melindungi semua masalah listrik tanpa mencuri daya baterai (model ini tidak ada yang murah hehe).

Umumnya pada ups tipe offline harus diperhatikan permintaan input voltasenya, karena yang digunakan adalah transformer tipe biasa yang hanya memiliki 1 input dan 1 output pada segala kondisi, karena hal tersebut maka pengecasan tidak berfungsi baik saat input voltase kurang atau lebih, begitupun saat ups membackup daya maka ups tidak dapat mendischarge baterai sampai titik terendah yang dapat dicapai karena output keburu under voltage/bisa juga memaksakan input yang undervoltage. Dan saat terjadi ganguan seperti over voltase atau under voltase maka ups akan membackup power dari daya baterai.

Umumnya pada ups tipe line interactive memiliki transformer dengan autotransformer yang memiliki beberapa tap voltase pada sisi inputnya, sehingga dapat dijadikan stabilizer pada saat terjadi overvoltage dan undervoltage pada input listrik, pengecasan baterai pun tidak terpengaruh voltase input selama masih masuk kedalam nilai batasan yang ditentukan. Pada saat membackup listrik juga ups dapat lebih lama karena dapat mendischarge baterai lebih dalam dan output backup tetap pada batas yang ditentukan.

Berhenti dulu sampai disini, dari 2 tipe ups diatas memiliki kekurangan yaitu tiap membackup daya/menstabilkan selalu ada jeda untuk berpindah dari mode bypass ke mode backup sebesar rata2 maksimal 8ms (pada model yang bagus) dan terlihat juga oleh mata jeda tersebut jika dipasangkan ke lampu pijar, juga terdapat lonjakan atau penurunan voltase dan umumnya juga gelombang ac secara kasar pada saat perpindahan tersebut. Maka dari itu sesuai tulisan diatas untuk dapat menghindari masalah tersebut terkadang orang menambahkan stabilizer pada ups, tetapi suatu hal yang percuma jika ternyata stabilizer yang dipakai juga tipe auto transformer yang bertindak sama untuk menstabilkan listrik seperti 2 tipe ups diatas haha.

Terakhir pada ups tipe ups online dia memiliki trafo input ac ke dc untuk mengecas dan juga mensuplai arus listrik ke trafo dc ke ac pada bagian output.

Terdapat perbedaan jenis trafo pada offline dan line interaktif dibandungkan online, umumnya offline dan line interaktif menggunakan trafo low frekuensi yang langsung terhubung ke listrik utama, sedangkan pada tipe offline umumnya menggunakan trafo high frekuensi terkadang disebut tranformerless walaupun istilah itu tidak terlalu tepat. Pada ups offline dan line interaktif normalnya pada mode bypass output terhadap input, tetapi pengecasan baterai selalu aktif setiap saat, efisiensi yang buruk lebih dikarenakan penggunaan trafo low frekuensi yang terhubung langsung ke litrik utama. Pada ups online normalnya output benar2 di hasilkan dari listrik dc yang diubah menjadi ac, yang sebelumnya listrik dc tersebut dihasilkan dari listrik utama ac ke dc, jadi walaupun memakai trafo high frekuensi tetap saja karena melalui konversi dari ac ke dc lalu dari dc ke ac maka terjadi loss pada efisiensi, tetapi untuk mengejar efisiensi ups model sekarang juga melakukan bypass pada saat tidak terjadi masalah pada listrik utama, dan mematikan fungsi dc ke ac pada mode bypass, pada ups tipe lebih mahal lagi terdapat fungsi hybrid bypass yaitu menjaga fungsi dc ke ac tetap menyala agar perpindahan saat terjadi masalah lebih cepat denganb mengorbankan sedikit efisiensi karena fungsi dc ke ac tetap menyala.

Akhirnya sampai juga ke pembahasan utama yah hehe pasti kalian sudah lelah, dan fokus untuk mencoba mengerti.

FSP merupakan pabrikan besar dia mensuplai produk power supply ke merek-merk lain, maka serin kita bongkar ups tetapi dalamnya emlem fsp semua. Pada line up produknya terdapat banyak seri ups dengan model line interaktif paling murah di seri fp dengan kapasitas 600 va atau 350 watt (aktual mode overload terpancing pada 400watt). Ada seri lain yang lebih lengkap seperti seri ifp tetapi board sama saja cuma beda di beberapa komponen tambahan seperti layar, dan anti surge MOV filter yang ditiadakan pada model fp digantikan hanya indikator led. Pada model ini menggunakan 1 baterai dengan kapasitas 7.2 ah, pada model yang lebih besar menggunakan 2 buah baterai. Selama pemakaian kita cukup puas dengan performanya.

Pada mode normal ups berfungsi secara baik, mengecas baterai dengan sangat cepat, selalu menstabilkan overvoltage dan undervoltage memakai fungsi transformer (tidak mencuri daya baterai), fungsi overload tetap berfungsi yah jika overload akan bunyi dan lampu berkedip, jika terdapat short pada output maka akan beep panjang dan mematikan semua relay, surge current tidak masalah saat produk berjalan dengan listrik utama (tidak akan overload/terdeteksi short), ups juga selalu mengecas baterai untuk menjaga kapasitas baterai tanpa membuat overvoltase baterai, baterai setelah beberapa tahun pemakaian tidak kembung sama sekali. Suhu pengoperasian pada mode ini cukup hangat dan agak panas jika baterai kosong, memakai daya 20 watt saat mengecas kosong dan 8 watt pada kondisi baterai penuh, dengan output kita aktifkan tanpa beban, bisa kurang dari 8 watt jika output dinonaktifkan.

Pada mode backup terdapat keterbatasan seperti tidak begitu kuat menahan surge current (karena baterai deep cycle memang kemampuan cca (cold crangking ampere) nya rendah, dan kapasitor baterai internal terbatas) terkadang mati dan harus direstart (sepertinya microcontroller, relay, atau mosfet kekurangan daya) atau pindah ke step 2 tap auto transformer dan dengan cepat kembali lagi ke step 1 tap auto transformer (berkedip 2 kali), dapat membackup sampai kapasitas terendah baterai (dengan 2 step tap auto transformer), menggunakan gelombang simulated sinewave (memiliki dead time dengan peak 320 volt) yang jika terpaksa bisa membackup power untuk beban kapasitor dan induksi walau itu ide yang buruk. Pada ups milik teman kita yang telah dimofikasi ups akan mati sendiri setelah beberapa jam, sepertinya bukan karena timer tetapi karena overheat. Pada mode backup yang dirasakan bagian mosfet paling panas, beruntungnya pada model ini heatsink mosfet memiliki sirip tidak hanya heatsink berbentuk kotak besar polos.

Ups ini memiliki 1 tombol analog dengan fungsi digital untuk on/off output, sikring input tanpa sikring baterai (dapat terjadi kebakaran jika ada short seperti pada kapasitor baterai), dan 2 buah output universal plug. Dapat dioperasikan cold start, dan selalu mengecas saat dihubungkan ke listrik walau output dipadamkan (kecuali saat mode short karena beban lebih). Saat awal pembelian tercium bau transformer overheat yang sangat menyengat tetapi hilang setelah berbulan-bulan, pada teman saya tidak ditemui bau tersebut, dan suhu ups milik teman juga sama saja dengan yang kita miliki.

Tetaplah hidup, walau tak berguna..

– Sarcasm ID: Facebook

You did it again
You did hurt my heart
I don’t know how many times

– Ten2five: You

After the love has gone
What used to be right is wrong
Can love that’s lost be found?

– Earth, Wind & Fire: After the Love Has Gone

Fsp Line Interactive UPS FP 600

by | Jun 9, 2021 | Electronic, Indonesian, Static

POST MIGRASI DARI WEBSITE LAMA, MASIH DALAM PROSES PENULISAN ULANG / BELUM DAPAT MENGEMBALIKAN FOTO DAN DEKSRIPSINYA DIKARENAKAN PERBEDAAN CARA PENYIMPANAN MEDIA FILE PADA WEBSITE BARU.

UPS? mungkin tidak semua tahu, dan tidak semua orang mementingkan barang ini, bahkan lucunya beberapa orang dulu lebih memilih membeli stabillizer dibandingkan produk ups atau bahkan menggukanan secara bersamaan dengan stabilizer hehe tidak salah kok terkadang ada beberapa kebutuhan yang lebih memprioritaskan stabilizer dari pada ups.

UPS adalah singkatan uninterruptible power supply (bukan United Parcel Service yah hehe), sebagai perangkat tambahan terkadang orang tidak memprioritaskannya. Ups sendiri terkadang hanya sebagai backup power saja pada ups tipe offline, tetapi pada tipe line interactive minimal dalam fungsinya terdapat voltase stabilizer juga tapi sebenarnya tipe offline pun dapat menstabilkan voltase input juga kalian bingung? oke kita jelaskan.

Ups banyak topologinya tetapi umumnya pada zaman sekarang yang masih banyak dijual adalah tipe offline, line interactive, dan online. Fungsinya banyak loh tidak hanya bekerja saat listrik utama padam saja, ups bertindak sebagai penyelamat perangkat kalian dari semua gangguan listrik.

Gangguan listrik ada banyak sekali seperti:

  • Power interruptions
  • Voltage sags and swells
  • Voltage transients
  • Sustained over- and under-voltages
  • Voltage waveform distortion
  • Voltage fluctuations
  • Frequency variations

Pada tipe offline ups hanya dapat melindungi Power interruptions saja tanpa mencuri daya dari baterai, sedangkan gangguan lainnya akan diteruskan atau mencuri daya baterai (untuk merk bagus dan biasanya mahal silahkan lihat fitur ups incaran kalian masing-masing).

Pada tipe Line interactive ups hanya dapat melindungi Power interruptions, Voltage sags and swells, Voltage transients, Sustained over- and under-voltages saja tanpa mencuri daya dari baterai, sedangkan gangguan lainnya akan diteruskan atau mencuri daya baterai (untuk merk bagus dan biasanya mahal silahkan lihat fitur ups incaran kalian masing-masing).

Pada tipe online ups akan melindungi semua masalah listrik tanpa mencuri daya baterai (model ini tidak ada yang murah hehe).

Umumnya pada ups tipe offline harus diperhatikan permintaan input voltasenya, karena yang digunakan adalah transformer tipe biasa yang hanya memiliki 1 input dan 1 output pada segala kondisi, karena hal tersebut maka pengecasan tidak berfungsi baik saat input voltase kurang atau lebih, begitupun saat ups membackup daya maka ups tidak dapat mendischarge baterai sampai titik terendah yang dapat dicapai karena output keburu under voltage/bisa juga memaksakan input yang undervoltage. Dan saat terjadi ganguan seperti over voltase atau under voltase maka ups akan membackup power dari daya baterai.

Umumnya pada ups tipe line interactive memiliki transformer dengan autotransformer yang memiliki beberapa tap voltase pada sisi inputnya, sehingga dapat dijadikan stabilizer pada saat terjadi overvoltage dan undervoltage pada input listrik, pengecasan baterai pun tidak terpengaruh voltase input selama masih masuk kedalam nilai batasan yang ditentukan. Pada saat membackup listrik juga ups dapat lebih lama karena dapat mendischarge baterai lebih dalam dan output backup tetap pada batas yang ditentukan.

Berhenti dulu sampai disini, dari 2 tipe ups diatas memiliki kekurangan yaitu tiap membackup daya/menstabilkan selalu ada jeda untuk berpindah dari mode bypass ke mode backup sebesar rata2 maksimal 8ms (pada model yang bagus) dan terlihat juga oleh mata jeda tersebut jika dipasangkan ke lampu pijar, juga terdapat lonjakan atau penurunan voltase dan umumnya juga gelombang ac secara kasar pada saat perpindahan tersebut. Maka dari itu sesuai tulisan diatas untuk dapat menghindari masalah tersebut terkadang orang menambahkan stabilizer pada ups, tetapi suatu hal yang percuma jika ternyata stabilizer yang dipakai juga tipe auto transformer yang bertindak sama untuk menstabilkan listrik seperti 2 tipe ups diatas haha.

Terakhir pada ups tipe ups online dia memiliki trafo input ac ke dc untuk mengecas dan juga mensuplai arus listrik ke trafo dc ke ac pada bagian output.

Terdapat perbedaan jenis trafo pada offline dan line interaktif dibandungkan online, umumnya offline dan line interaktif menggunakan trafo low frekuensi yang langsung terhubung ke listrik utama, sedangkan pada tipe offline umumnya menggunakan trafo high frekuensi terkadang disebut tranformerless walaupun istilah itu tidak terlalu tepat. Pada ups offline dan line interaktif normalnya pada mode bypass output terhadap input, tetapi pengecasan baterai selalu aktif setiap saat, efisiensi yang buruk lebih dikarenakan penggunaan trafo low frekuensi yang terhubung langsung ke litrik utama. Pada ups online normalnya output benar2 di hasilkan dari listrik dc yang diubah menjadi ac, yang sebelumnya listrik dc tersebut dihasilkan dari listrik utama ac ke dc, jadi walaupun memakai trafo high frekuensi tetap saja karena melalui konversi dari ac ke dc lalu dari dc ke ac maka terjadi loss pada efisiensi, tetapi untuk mengejar efisiensi ups model sekarang juga melakukan bypass pada saat tidak terjadi masalah pada listrik utama, dan mematikan fungsi dc ke ac pada mode bypass, pada ups tipe lebih mahal lagi terdapat fungsi hybrid bypass yaitu menjaga fungsi dc ke ac tetap menyala agar perpindahan saat terjadi masalah lebih cepat denganb mengorbankan sedikit efisiensi karena fungsi dc ke ac tetap menyala.

Akhirnya sampai juga ke pembahasan utama yah hehe pasti kalian sudah lelah, dan fokus untuk mencoba mengerti.

FSP merupakan pabrikan besar dia mensuplai produk power supply ke merek-merk lain, maka serin kita bongkar ups tetapi dalamnya emlem fsp semua. Pada line up produknya terdapat banyak seri ups dengan model line interaktif paling murah di seri fp dengan kapasitas 600 va atau 350 watt (aktual mode overload terpancing pada 400watt). Ada seri lain yang lebih lengkap seperti seri ifp tetapi board sama saja cuma beda di beberapa komponen tambahan seperti layar, dan anti surge MOV filter yang ditiadakan pada model fp digantikan hanya indikator led. Pada model ini menggunakan 1 baterai dengan kapasitas 7.2 ah, pada model yang lebih besar menggunakan 2 buah baterai. Selama pemakaian kita cukup puas dengan performanya.

Pada mode normal ups berfungsi secara baik, mengecas baterai dengan sangat cepat, selalu menstabilkan overvoltage dan undervoltage memakai fungsi transformer (tidak mencuri daya baterai), fungsi overload tetap berfungsi yah jika overload akan bunyi dan lampu berkedip, jika terdapat short pada output maka akan beep panjang dan mematikan semua relay, surge current tidak masalah saat produk berjalan dengan listrik utama (tidak akan overload/terdeteksi short), ups juga selalu mengecas baterai untuk menjaga kapasitas baterai tanpa membuat overvoltase baterai, baterai setelah beberapa tahun pemakaian tidak kembung sama sekali. Suhu pengoperasian pada mode ini cukup hangat dan agak panas jika baterai kosong, memakai daya 20 watt saat mengecas kosong dan 8 watt pada kondisi baterai penuh, dengan output kita aktifkan tanpa beban, bisa kurang dari 8 watt jika output dinonaktifkan.

Pada mode backup terdapat keterbatasan seperti tidak begitu kuat menahan surge current (karena baterai deep cycle memang kemampuan cca (cold crangking ampere) nya rendah, dan kapasitor baterai internal terbatas) terkadang mati dan harus direstart (sepertinya microcontroller, relay, atau mosfet kekurangan daya) atau pindah ke step 2 tap auto transformer dan dengan cepat kembali lagi ke step 1 tap auto transformer (berkedip 2 kali), dapat membackup sampai kapasitas terendah baterai (dengan 2 step tap auto transformer), menggunakan gelombang simulated sinewave (memiliki dead time dengan peak 320 volt) yang jika terpaksa bisa membackup power untuk beban kapasitor dan induksi walau itu ide yang buruk. Pada ups milik teman kita yang telah dimofikasi ups akan mati sendiri setelah beberapa jam, sepertinya bukan karena timer tetapi karena overheat. Pada mode backup yang dirasakan bagian mosfet paling panas, beruntungnya pada model ini heatsink mosfet memiliki sirip tidak hanya heatsink berbentuk kotak besar polos.

Ups ini memiliki 1 tombol analog dengan fungsi digital untuk on/off output, sikring input tanpa sikring baterai (dapat terjadi kebakaran jika ada short seperti pada kapasitor baterai), dan 2 buah output universal plug. Dapat dioperasikan cold start, dan selalu mengecas saat dihubungkan ke listrik walau output dipadamkan (kecuali saat mode short karena beban lebih). Saat awal pembelian tercium bau transformer overheat yang sangat menyengat tetapi hilang setelah berbulan-bulan, pada teman saya tidak ditemui bau tersebut, dan suhu ups milik teman juga sama saja dengan yang kita miliki.

Kalau bisa orang lain, kenapa harus saya?

– Sarcasm ID: Tiktok

Saat waktu pisahkan kita
Ku teringat semua tentang kita
Di tempat biasa
Berbagi cerita (berbagi ceria)
Canda ceria dengan dia

– Maliq & D’Essentials: Bagaimana Kutahu

Even if I’m leaving you at the door
Even when I know that you’re never lonely
Harder than imagined
Harder when it’s cold

– Jarryd James: Tell Me Where It Hurts