Last update April 2022. (ID) Kalian dapat menemukan produk-produk Widy ICT Multimedia GS di Tokopedia dan Shopee. Enjoy faster loading image (2160p resolution, 60% quality, and 5 times scan progressive). Open image in new tab to zoom. Desktop beta test ongoing. Mobile beta test ongoing. Comment section beta test ongoing. Import post from old website ongoing. (ID) Dikarenakan kesibukan penulis dalam bekerja maka post terbaru hanya menampilkan gambar saja, kedepannya satu-persatu akan dilengkapi dengan tulisan.

Widy ICT Multimedia GS

Widy ICT Multimedia GS

Last update April 2022. (ID) Kalian dapat menemukan produk-produk Widy ICT Multimedia GS di Tokopedia dan Shopee. Enjoy faster loading image (2160p resolution, 60% quality, and 5 times scan progressive). Open image in new tab to zoom. Desktop beta test ongoing. Mobile beta test ongoing. Comment section beta test ongoing. Import post from old website ongoing. (ID) Dikarenakan kesibukan penulis dalam bekerja maka post terbaru hanya menampilkan gambar saja, kedepannya satu-persatu akan dilengkapi dengan tulisan.
14:55 GMT+0700 | 7 July 2022

Creality Ender 3 Pro 1.1.4 board

by | Jun 21, 2021 | Indonesian, Static, Technology

POST MIGRASI DARI WEBSITE LAMA, MASIH DALAM PROSES PENULISAN ULANG / BELUM DAPAT MENGEMBALIKAN FOTO DAN DEKSRIPSINYA DIKARENAKAN PERBEDAAN CARA PENYIMPANAN MEDIA FILE PADA WEBSITE BARU.

3d print yang masuk kedalam keluarga mesin cnc (computer numerical control) sebenarnya tidak lebih rumit dari pada mesin printer kertas seperti inkjet atau laser. Pada mesin 3d print sederhana sebenarnya hanya terdiri dari chip microcontroller sederhana, beberapa chip stepper motor sesuai jumlah axis printer, beberapa mosfet untuk saklar elektronik, sensor2, tombol2, terakhir bagian power untuk masing2 chip, dan semua itu sudah cukup untuk menjadi sebuah mesin cnc multifungsi. Tapi biasanya ditambahkan macam2 kegunaan lainnya seperti usb stick reader, card reader, layar, buzzer, dll. Resolusi dan kecepatan yang dibutuhkan mesin cnc juga lebih rendah permintaanya dari pada mesin printer kertas, sebagai informasi biasanya pada bagian akuator level pwm yang digunakan hanya 255 dan resolusi adc yang dibutuhkan untuk sensor2 juga 8-10 bit sudah cukup. Processor yang dipakai mayoritas 8 bit walau sekarang kebanyakan memakai processor 32 bit yang overkill hehe. Bandingkan dengan printer biasa yang membutuhkan proses perhitungan cepat karena harus memproduksi banyak warna dengan perhitungan yang cepat walau hanya 8 bit tetapi memiliki 4 warna dan minimal mendapat input dari 2 sensor encoder juga output pwm 2 buah motor penggarak yang bergerak cepat, sampai terkadang printer kertas membutuhkan processor yang lebih advance dan memory external/tambahan.

Oke kembali kepada 3d printer, untuk softwarenya mayoritas yang kita temui menggunakan firmware marlin yah walau banyak juga merk 3d printer lain yang memproduksi firmware sendiri. Kelebihan marlin sendiri karena dia open source dan mayoritas maka didukung juga dengan baik oleh mayoritas software slicer dan jarang terjadi kesalahan dari gcode yang digenerate oleh slicer tersebut, kompabilitasnya sangat tinggi.

Mari ke pembahasan utama, disini kita mempunyai board creality ender 3 pro versi 1.1.4 sebenarnya intinya adalah board creality ender 1.1.4 karena sama saja yang membedakan adalah firmwarenya yang menyesuaikan model printer seperti kebutuhan parameter ukuran bed dan lain2. Board ini desain awanya adalah sebai board melzi yang juga open source, sama seperti firmware yang digunakan yaitu marlin yang open source juga. board melzi sendiri banyak variannya ada juga varian yang bermasalah seperti mudah terbakar, tapi pada board creality ini kita tidak menemukan masalah, realibel, dan durabel, walau pun kita tidak meyakini 100%.

Board ini basisnya mirip2 board arduino dengan chip atmel avr 8 bit yah tidak dapat dibilang kencang, yaitu atmega 1284p dengan pin yang sangat terbatas. Memakai stepper driver dari allegro microsystem entahlah pabrikan mana, kadang sering kita tertipu seperti pabrikan amerika eh ternyata cina hehe walau tidak penting, kembali lagi dengan model a4988 dengan kapasitas maksimal 35 volt 2 ampere dengan 1/16 microstep, synchronous rectification (efisien walau sebenarnya memang semua sama), undervoltage protection (penting bagi semua chip fitur ini yah, karena under voltage membuat chip menggila dan liar hehe), overcurrent protection, short protection, dan thermal protection, cukup lah yah proteksinya, dan terakhir menggunakan pin yang sedikit kepada microcontroller.

Tidak banyak yang diharapkan dari stepper motor a4988 ini, suaraya berisik karena sinyal pwm squarewave, microstepping 1/16 cukup sih tetapi terdapat noise (moire effect) pada hasil cetak.

Board ini menggunakan 2 power rail yaitu 24 volt untuk main dan secondary nya adalah 5 volt dengan metode buck converter yang efisien dari pada linear regulator. Untuk tambahannya mereka menggunakan 3 mosfet tapi kita tidak tahu apakah sama semua atau berbeda kapasitas mosfet tersebut, chip serial to usb karena microcontroller tidak mendukung koneksi usb secara langsung, terahir chip card reader (yang ini kurang jelas informasinya kita tidak bisa jelakan lebih) pada kasus yang kita temui, card reader ini kewalahan menghadapi kartu sd card 32 gb yang isinya hampir penuh, kita juga sering temui error pada kartu sd yang kita pakai setelah terhubung dengan card reader pada board ini walau tidak ditemui kerusakan pada file.

Berkatalah, sebelum bertindak!

– Sarcasm ID: Facebook

Slalu saja kau dapat membuatku
Maafkan salahmu
Dan kini kau ulangi
Salahmu yang itu itu saja

– Ecoutez!: Simpan Saja

After the love has gone
What used to be right is wrong
Can love that’s lost be found?

– Earth, Wind & Fire: After the Love Has Gone

Creality Ender 3 Pro 1.1.4 board

by | Jun 21, 2021 | Indonesian, Static, Technology

POST MIGRASI DARI WEBSITE LAMA, MASIH DALAM PROSES PENULISAN ULANG / BELUM DAPAT MENGEMBALIKAN FOTO DAN DEKSRIPSINYA DIKARENAKAN PERBEDAAN CARA PENYIMPANAN MEDIA FILE PADA WEBSITE BARU.

3d print yang masuk kedalam keluarga mesin cnc (computer numerical control) sebenarnya tidak lebih rumit dari pada mesin printer kertas seperti inkjet atau laser. Pada mesin 3d print sederhana sebenarnya hanya terdiri dari chip microcontroller sederhana, beberapa chip stepper motor sesuai jumlah axis printer, beberapa mosfet untuk saklar elektronik, sensor2, tombol2, terakhir bagian power untuk masing2 chip, dan semua itu sudah cukup untuk menjadi sebuah mesin cnc multifungsi. Tapi biasanya ditambahkan macam2 kegunaan lainnya seperti usb stick reader, card reader, layar, buzzer, dll. Resolusi dan kecepatan yang dibutuhkan mesin cnc juga lebih rendah permintaanya dari pada mesin printer kertas, sebagai informasi biasanya pada bagian akuator level pwm yang digunakan hanya 255 dan resolusi adc yang dibutuhkan untuk sensor2 juga 8-10 bit sudah cukup. Processor yang dipakai mayoritas 8 bit walau sekarang kebanyakan memakai processor 32 bit yang overkill hehe. Bandingkan dengan printer biasa yang membutuhkan proses perhitungan cepat karena harus memproduksi banyak warna dengan perhitungan yang cepat walau hanya 8 bit tetapi memiliki 4 warna dan minimal mendapat input dari 2 sensor encoder juga output pwm 2 buah motor penggarak yang bergerak cepat, sampai terkadang printer kertas membutuhkan processor yang lebih advance dan memory external/tambahan.

Oke kembali kepada 3d printer, untuk softwarenya mayoritas yang kita temui menggunakan firmware marlin yah walau banyak juga merk 3d printer lain yang memproduksi firmware sendiri. Kelebihan marlin sendiri karena dia open source dan mayoritas maka didukung juga dengan baik oleh mayoritas software slicer dan jarang terjadi kesalahan dari gcode yang digenerate oleh slicer tersebut, kompabilitasnya sangat tinggi.

Mari ke pembahasan utama, disini kita mempunyai board creality ender 3 pro versi 1.1.4 sebenarnya intinya adalah board creality ender 1.1.4 karena sama saja yang membedakan adalah firmwarenya yang menyesuaikan model printer seperti kebutuhan parameter ukuran bed dan lain2. Board ini desain awanya adalah sebai board melzi yang juga open source, sama seperti firmware yang digunakan yaitu marlin yang open source juga. board melzi sendiri banyak variannya ada juga varian yang bermasalah seperti mudah terbakar, tapi pada board creality ini kita tidak menemukan masalah, realibel, dan durabel, walau pun kita tidak meyakini 100%.

Board ini basisnya mirip2 board arduino dengan chip atmel avr 8 bit yah tidak dapat dibilang kencang, yaitu atmega 1284p dengan pin yang sangat terbatas. Memakai stepper driver dari allegro microsystem entahlah pabrikan mana, kadang sering kita tertipu seperti pabrikan amerika eh ternyata cina hehe walau tidak penting, kembali lagi dengan model a4988 dengan kapasitas maksimal 35 volt 2 ampere dengan 1/16 microstep, synchronous rectification (efisien walau sebenarnya memang semua sama), undervoltage protection (penting bagi semua chip fitur ini yah, karena under voltage membuat chip menggila dan liar hehe), overcurrent protection, short protection, dan thermal protection, cukup lah yah proteksinya, dan terakhir menggunakan pin yang sedikit kepada microcontroller.

Tidak banyak yang diharapkan dari stepper motor a4988 ini, suaraya berisik karena sinyal pwm squarewave, microstepping 1/16 cukup sih tetapi terdapat noise (moire effect) pada hasil cetak.

Board ini menggunakan 2 power rail yaitu 24 volt untuk main dan secondary nya adalah 5 volt dengan metode buck converter yang efisien dari pada linear regulator. Untuk tambahannya mereka menggunakan 3 mosfet tapi kita tidak tahu apakah sama semua atau berbeda kapasitas mosfet tersebut, chip serial to usb karena microcontroller tidak mendukung koneksi usb secara langsung, terahir chip card reader (yang ini kurang jelas informasinya kita tidak bisa jelakan lebih) pada kasus yang kita temui, card reader ini kewalahan menghadapi kartu sd card 32 gb yang isinya hampir penuh, kita juga sering temui error pada kartu sd yang kita pakai setelah terhubung dengan card reader pada board ini walau tidak ditemui kerusakan pada file.

Kalau bisa orang lain, kenapa harus saya?

– Sarcasm ID: Tiktok

Bagaimana kutahu
Ada arti di balik tatap mata itu
Bukanlah sekadar
Tatap mata biasa
Akhir cerita ini bisa
Jadi berbeda

– Maliq & D’Essentials: Bagaimana Kutahu

Something happened along the way
What used to be happy was sad
Something happened along the way
And yesterday was all we had

– Earth, Wind & Fire: After the Love Has Gone